Saturday, August 11, 2018

Cileus Ciwirangga


MAKANAN UNIK KHAS CIWIRANGGA YANG DIWARISKAN TURUN TEMURUN

Oleh : Vini Widianti


                Makanan khas desa sanca yang pertama kita bahas adalah kerupuk CILEUS (Aci Taleus). Kerupuk CILEUS ini termasuk makanan yang dikenal di desa Sanca kecamatan Ciater. Tapi tahukah sahabat kerupuk CILEUS ini berasal dari mana?
                Kerupuk CILEUS merupakan makanan khas ciwirangga yang sudah turun temurun menjadi primadona masyarakat yang mempunyai cita rasa yang kuat, dan bentuk yang sangat unik sehingga banyak orang yang ingin membeli.
                Makanan ini seperti warisan budaya yang tak lekang oleh zaman, dari nenek moyang hingga tanpa terbatas keturunan, semoga saja tetap ada generasi penerus pembuat kerupuk CILEUS yang sangat unik ini, sebagai pelestarian makanan leluhur.
                Kerupuk CILEUS adalah sejenis kerupuk berbentuk unik yang  terbuat dari bahan baku Talas dan tepung sanji yang dikeringkan dengan cara dijemur dibawah panas matahari lalu digoreng, Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya.
                Kerupuk CILEUS  ada beberapa jenis rasa,sesuai keinginan si pembuat baik itu asin atau pedas. Bahan-bahan kerupuk CILEUS yang harus disiapkan beberapa diantaranya  adalah Talas Madang, Tepung kanji, garam, pewarna makanan, dan bawang putih yang dihaluskan. Langkah membuat kerupuk CILEUS diawali dengan kukus talas madang selama 15 menit dan sisihkan. Lalu campur bumbu yang sudah dihaluskan tadi dengan garam, tepung kanji, air, aduk rata. Tambahkan talas madang yang sudah ditumbuk, aduk sampai meresap. Kukus kurang lebih selama 30 menit atau keliatan matang. Angkat dan bentuk sesuai selera, lalu letakan diatas tampah kemudian dijemur hingga kering merata, dan Cileus siap untuk di goreng.





Friday, August 10, 2018

Pembuatan Kamar Mandi Untuk Warga Kampung Satong

Pembuatan Kamar Mandi Untuk Warga Kampung Satong

Oleh : Wiwi Adawiyah


Kampung Satong merupakan salah satu kapung yang ada di Desa Sanca Kecamatan Ciater, kampung Satong sering di sebut kampung unik di desa tersebut, namun di balik keunikannya, kampung satong adalah kampung yang sangat memprihatinkan, rumah-rumah yang hanya berjumlah 7 bangunan tersebut bisa di katakan tidak layak huni bagi warga masyarakat yang ada di kampung tersebut.  Dengan seiringnya waktu pemerintah sedikit demi sedikit memberi bantuan kepada mereka, seperti halnya memperbaiki jalan dari permukiman warga kampung satong menuju jalan utama Pasanggrahan menuju Sanca, tak hanya itu pemerintah juga memberikan bantuan untuk renopasi rumah layak huni di kampung tersebut.

Mendengar informasi tentang kampung Satong, kami masiswa KKNM Kel. 21 Universitas Subang langsung mencari informasi kebenaran dengan mendatangi langsung kampung tersebut, dan setelah kami tiba di sana, kondisi kampung tersebut benar-benar sangat memprihatinkan apalagi setelah kami mengetahui bahwa di setiap rumah yang ada di kampung Satong tidak ada fasilitas kamar mandi ataupun toilet, sehari-hari mereka harus turun ke bawah menuju sumber air yang ada di kampung tersebut untuk mandi dan mengambil air untuk kebutuhan mereka sehari-hari, dan untuk menuju sumber air tersebut mereka harus melewati jalan yang amat curam, belum lagi kondisi tempat untuk mereka mandi sangat tidak layak untuk mereka gunakan.


Mengetahui bagaimana kondisi kampung Satong tersebut kami berusaha untuk membantu mereka dengan mencari seorang donatur yang tergugah hatinya untuk membantu kesulitan mereka, dan Allhamdullillah kami menemukan orang yang dengan amat sangat baik hatinya ikhlas sepenuhnya untuk membantu mereka dan memberikan dana untuk membangun sebuah kamar mandi dan toilet di Kampung Satong.
Warga Satong sangat menerima, bersyukur dan berterimakasih kepada kami mahasiswa KKNM Kel. 21 Universitas Subang dan donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk membantu kesulitan mereka.

Proses pengerjaan pembangunan kamar mandi dan toilet di Kampung satong dimulai pada tanggal 30 Juli 218 dan selesai peda tanggal 10 Agustus 2018 dikerjakan oleh  seluruh warga yang ada di kampung tersebut dan mahasiswa KKNM kel. 21 Universitas Subang yang ikut membantu menyeselaikan pekerjaan mereka.


Wednesday, August 8, 2018

Turnamen Bola Voly


Turnamen Bola Voly

Oleh : Wiwi Adawiyah




Dalam ranggka memperingati HUT RI yang ke 73,  dusun sanca yang ada di desa Sanca mengadakan turnamen bola volly yang di selenggarakan di lapang voly desa Sanca, dengan diikuti oleh beberapa desa terdekat diantaranya Desa Sanca sebagai tuan rumah, desa Sarireja, Desa Cisalak, Desa Aul dan desa dan Sindang Sari.
Turnamen tersebut di mulai diselenggaran pada tanggal 6  Agustus sampai tanggal 11 Agustus 2018, dengan memperebutkan Seekor domba para peserta antusias dan semangat untuk mengikuti acra tersebut di tambah dengan apadanya para suporter dari tiap desa.


Monday, August 6, 2018

PERSIAPAN PENGIBARAN BENDARA MERAH PUTIH


PERSIAPAN PENGIBARAN BENDARA 

MERAH PUTIH

DI KECAMATAN CIATER TAHUN 2018



Oleh : Ivana Dea dan Lala Alfianita




Mengingat akan diadakannya upacara pengibaran bendera  17 Agustus di kecamatan Ciater maka dilakukan penyeleksian peserta pengibar bendera di 4 sekolah, diantaranya : SMK NASA, MA Al-Ikhlas, SMA IT Al-Hidayah, SMK Triasa. Pada awalnya penyeleksian diajukan kepada 5 sekolah, namun 1 sekolah tidak merespon, sehingga yang diambil hanya 4 sekolah.

Saturday, August 4, 2018

Kesenian Celempung


Kesenian Celempung


Oleh : Ivana Dea dan Lala Alfianita






Celempung adalah kesenian tradisional yang berasal dari Kampung Adat Banceuy,  Ds. Sanca, Kec.Ciater-Subang. Celempung ini terlahir dari ketidaksengajaan para petani dan para pengembala sapi ketika mengisi waktu luang di saung.
Mereka memukul-mukul pembatas saung atau amben, yang memang saung tersebut dibuat dengan bahan dasar bambu. Tangan kanan untuk memukul ujung amben, tangan kiri memukul badan amben dengan menggunakan sebilah bambu atau ranting dan sebagai pemanis mereka menggunakan mulut untuk membuat suara yang menyerupai gong.Nah, dari sanalah mereka tergerak untuk membuat kesenian celempung dari bambu.
Namun seiring perkembangan zaman, kesenian celempung ini dipadupadankan dengan isntrumen-instrumen lainnya seperti : suling, toleat, gembyung, dogdog, rengkong, durkeung dan tutunggulan.